Unconventional Resources: Akankah Shale Oil Menguntungkan? Mungkin saja pada dekade mendatang!

Produsen minyak non-konvensional terbesar telah merevolusi pasar minyak dunia dan membuat harga minyak konvensional (crude oil) turun. Masih dalam list yang harus dilakukan: membuat keuntungan secara konsisten. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita kupas satu persatu mengenai shale oil terlebih dahulu.

Apa itu shale oil? Bagi orang awam, mereka mungkin mengira bahwa tidak ada perbedaan antara minyak dan gas biasa (konvensional) dengan shale oil/shale gas.  Menurut artikel ini, yang dimaksud dengan shale oil dan shale gas adalah minyak dan gas bumi yang diperoleh dari serpihan batuan induk yang sama dengan migas konvensional, hanya saja memiliki tingkat permeabilitas yang lebih rendah (ultra-tight), sehingga shale oil dan shale gas tidak dapat diproduksikan seperti halnya migas konvensional. Shale oil dan shale gas diangkat dengan metode fracturing, yaitu perekahan lapisan batuan menggunakan pompa hidrolik bertekanan tinggi. Batuan shale ini, menurut penelitian, tersebar di seluruh dunia, pada lapisan dangkal, dalam deposit yang sangat besar.

Para pakar memperkirakan deposit shale oil di seluruh dunia mencapai 2,8 sampai 3.3 triliun barrels. Amerika Serikat memiliki wilayah paling banyak dan diperkirakan cukup untuk kebutuhan hingga 100 tahun mendatang.

Di Indonesia, shale oil dan shale gas masih belum dikenal, dapat dilihat dari belum ada satupun sumur produksi dari batuan shale. Padahal, sumber daya shale gas di Indonesia diperkirakan mencapai 574 triliun kaki kubik. Potensi terbesar gas non-konvesional tersebut diketahui berada di Sumatera Utara.

Lantas, apa yang menyebabkan Indonesia belum memproduksikan shale oil atau shale gas? Ternyata biaya untuk memproduksikan shale oil sangat mahal! Bahkan melebihi biaya untuk memproduksikan minyak bumi dari offshore atau deep water sekalipun.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, biaya untuk memproduksi shale oil makin lama mengalami penurunan. Jika pada awal abad 21 biaya produksi shale oil berkisar pada 70-90 US$ per barrel, maka pada tahun 2005, biaya produksi menjadi dibawah 50 US$ per barrel dan tahun 2010, biaya produksi bahkan dibawah 40 US$ per barrel. Bahkan Amerika Serikat mulai memproduksi shale oil dan gas secara besar-besaran sehingga beberapa tahun terakhir Amerika tak lagi memerlukan impor minyak dan itu menyebabkan harga minyak turun.

Dekade mendatang, berdasarkan laporan oleh Wood Mackenzie, memprediksikan bahwa “lima perusahaan terkemuka tight-oil akan mulai menghasilkan hasil positif dalam 3 tahun, berdasarkan asumsi harga minyak Brent $66/bbl pada tahun 2020.” Yang berarti bahwa lima perusahaan yang bergantung pada produksi cairan dan gas dari formasi ultra-tight —Continental, Devon, EOG, Newfield, dan Pioneer—akan mulai menghasilkan lebih banyak uang daripada yang mereka keluarkan untuk memproduksi minyak perbarrelnya pada hari ini. Yang berarti, shale oil dan shale gas akan mulai memberikan keuntungan bagi perusahaan tersebut pada tahun 2020.

Bukan tidak mungkin pada suatu saat nanti, biaya untuk memproduksikan shale oil dapat menyamai minyak bumi konvensional. Artinya, harga minyak bumi konvensional akan harus mengikuti penurunan itu. Yang pasti, Negara-negara penghasil shale oil sudah berlomba-lomba membuat teknologi yang mampu mengurangi biaya produksi shale oil tersebut.

Dengan terus menurunnya biaya produksi tersebut, bukan hal mustahil bagi Indonesia untuk mulai memproduksikan shale oil. Lantas, kapankah hal tersebut akan terjadi? Mungkin saja dalam waktu dekat ini.

 

Cepu, 7 September 2017

 

Oleh: Tim E&W IATMI STEM Akamigas dengan berbagai sumber

 

Sumber:

www.iatmismstem.or.id/2017/05/19/mengenal-migas-non-konvesional-sumber-energi-masa-depan/

http://www.antaranews.com/berita/373708/pemerintah-kaji-potensi-shale-oil

www.beritasatu.com/investor/430921-shale-oil-berkah-atau-kutukan.html

http://www.kompasiana.com/zainal.ilyas/shale-oil-membuat-harga-minyak-mahal-sudah-tinggal-sejarah_568e1895b17e61120783ddad

https://www.spe.org/en/jpt/jpt-article-detail/?art=3268

https://www.enefit.com/oil-shale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *