Holding Migas, Wajah Baru Industri Migas Nasional

 

Pada 11 April 2018, Pertamina sudah resmi menjadi induk usaha holding BUMN migas. Holding migas tersebut disahkan dengan ditandatanganinya Perjanjian Pengalihan Hak Atas Saham Negara Republik Indonesia pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam rangka Penyertaan Modal Republik Indonesia ke Pertamina. Dengan Akta Pengalihan Saham tersebut, PGN resmi menjadi anak usaha Pertamina.

Terbentuknya holding BUMN Migas secara hukum terjadi saat dilakukannya penandatanganan Akta Pengalihan Saham dimana seluruh hak-hak Negara RI selaku pemegang 56,96% saham Seri B di PGN secara hukum telah beralih kepada Pertamina. Menteri BUMN juga telah menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Pertamina terkait perubahan atau peningkatan modal dan menyetujui pula integrasi PT Pertagas ke dalam PGN.

Pembentukan perusahaan induk (holding) migas akan mengoptimalkan bisnis gas Indonesia, di antaranya melalui optimalisasi pasokan gas serta peningkatan efisiensi infrastruktur gas, sehingga tercipta harga gas yang kompetitif. Mencontoh holding migas negara lain, integrasi bisnis gas ini bertujuan memperkuat Pertamina Group sebagai induk usaha migas.

Setelah holding BUMN Migas terbentuk, total aset yang dimiliki PGN akan mencapai Rp 100 triliun hingga Rp 115 triliun, dengan penambahan aset dari Pertagas. Dalam laporan keuangan PGN kuartal III-2017, tercatat total asetnya mencapai US$ 6,31 miliar. Sementara nilai aset Pertagas pada periode yang sama sebesar US$ 1,87 miliar. Jika ditotal, nilainya mencapai US$ 8,18 miliar atau sekitar Rp 108,90 triliun (dalam kurs US$ 1 = Rp 13.313).

Pembentukan holding BUMN Migas sesuai arahan Presiden pada Oktober 2016 yang dituangkan dalam Roadmap Pengembangan BUMN yang telah dikordinasikan dengan berbagai pihak terkait. Beberapa pertimbangan yang disampaikan Direksi Pertamina dalam mengintegrasikan Pertagas ke dalam PGN antara lain lini bisnis yang sama dalam hal transportasi dan niaga gas, terdapat potensi penghematan biaya operasional dan belanja modal karena hilangnya tumpang tindih dalam pengembangan infrastruktur. Selain itu dapat menciptakan infrastruktur gas yang terintegrasi, menciptakan kinerja keuangan konsolidasi yang sehat, memperkuat struktur permodalan PGN sehingga membuka ruang untuk meningkatkan kapasitas hutang untuk pengembangan bisnis gas, serta meningkatkan setoran dividen serta pajak kepada negara.

 

Sumber referensi :

http://republika.co.id/berita/ekonomi/energi/18/06/01/p9lxkd370-holding-migas-perkuat-bisnis-gas-nasional

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/11/163019026/holding-migas-resmi-berdiri

https://finance.detik.com/energi/d-3966039/akhirnya-holding-bumn-migas-resmi-terbentuk

https://katadata.co.id/berita/2018/01/24/akuisisi-pertagas-aset-pgn-akan-mencapai-rp-115-triliun

 

Sumber gambar

https://redaksikota.com/headline/41931-holding-bumn-migas-segera-dibentuk.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *